Skip to main content

Nartok: Skena Hip-Hop Indo, Proses Kreatif, dan Harapan untuk Masa Depan”



Sebelumnya! Kali ini kita ngobrol santai bersama Nartok, seorang rapper yang tidak hanya punya karya keren tapi juga punya wawasan seru soal dunia hip-hop. Mulai dari skena hip-hop Indo, cara dia bikin lagu, sampai harapan buat masa depan, semuanya dibahas tuntas. Yuk, langsung aja kita masuk ke percakapannya!

Hip-Hop Indonesia Sekarang: Lagi Seru-Serunya!
Pas ditanya soal gimana sih membahas tentang skena hip-hop Indonesia sekarang, Nartok bilang kalau dunia hip-hop di sini lagi berkembang banget.


“Pelakunya makin beragam, dan kayaknya penikmatnya udah makin 'ngeh'. Mereka udah mulai ngerti jenis-jenis rapper, kayak, 'Oh, ini jenisnya begini', atau, 'Oh, ini kayak gitu'. Doaku sih, pendengarnya bisa nyelam lebih dalam lagi ke musik ini.”

Nah, kalau kamu, sudah sejauh apa nih eksplorasi kamu di dunia hip-hop? Jangan cuma dengerin yang mainstream aja, yuk coba gali lebih dalam. Siapa tahu kamu nemu sesuatu yang bikin kamu makin cinta sama genre ini!

Proses Kreatif Nartok: Sederhana Tapi Keren
Kamu penasaran gak sih, bagaimana cara seorang rapper membuat lagu? Menurut Nartok, prosesnya ternyata nggak ribet, tapi hasilnya tetap solid.

"Biasanya mulai dari bikin instrumental, bisa dari produser atau beatmaker. Kalau pakai sample, aku yang langsung kasih Arah bagian mana yang mau diambil. Habis itu, baru nulis, rekaman, dan jadi deh!"

Ya, nggak ada yang nggak mungkin kalau kamu punya niat dan komitmen. Sederhana, tapi kalau dikerjakan dengan hati, hasilnya pasti luar biasa.

Rima Padat dan Flow Fresh: Rahasianya Apa?
Flow dan rima menjadi dua elemen penting dalam musik rap. Nah, Nartok punya gaya khas yang membuat setiap karyanya terasa segar. Tapi, apa sih rahasianya?

“Jujur aja, gak ada caranya. Karena aku suka, jadi bisa.”

Kalau kamu punya passion yang besar, hasilnya pasti terasa autentik dan mengalir. Jadi, kuncinya satu: cinta sama apa yang kamu kerjakan!

Proyek Baru: Banyak Kejutan di tahun 2025
Walau kita baru masuk tahun 2025, Nartok sudah punya banyak proyek yang disiapkan untuk tahun depan.

“Banyak banget proyek yang aku buat di tahun 2024, tapi memang direncanain buat rilis pas 2025. Standar sih, ada album, video musik, kolaborasi brand, dan beberapa rencana lain yang masih rahasia. Doain ya!”

Wah, jadi makin gak sabar nih nungguin karya-karya Nartok. Kalau kamu, kira-kira pengen lihat apa dari dia? Kolaborasi album? Lajang baru? Atau mungkin konser?

Generasi Lama vs Baru: Nyambung atau Ngak?
Ngomong-ngomong soal hubungan antara generasi lama dan baru di skena hip-hop Medan, Nartok punya cerita menarik.

“Ada yang nyambung, ada yang nggak. Ada yang bilang, 'Mantap Tok, sikat terus!', tapi ada juga yang kayak, 'Ngapain kau buat kayak gini?! Hah!' Hahaha. Tapi ya, gapapa, kayaknya ini kejadian di mana-mana.”

Kesenjangan generasi memang hal yang lumrah, tapi kalau diisi dengan saling belajar dan dukungan, hasilnya pasti luar biasa. Semoga generasi hip-hop di Medan makin mantap ya!

Peran Kolektif: Penting Tapi Harus Punya Tujuan
Bagi Nartok, berkolaborasi dan berkomunitas itu penting, tapi ada syaratnya.

"Tergantung kebutuhan aja sih. Berkolektif itu penting, berkomunitas juga penting. Tapi alangkah lebih baik kalau punya tujuan yang jelas. Apapun berhasil atau tidak, setidaknya sudah ada gambarannya, misalnya tahun depan kita mau begini, atau beberapa tahun lagi kita mau jadi begitu."

Tuh, nggak cuma soal ngumpul-ngumpul aja, ya. Kalau mau bikin kolektif, pastikan ada visi dan misi yang jelas biar semua bisa maju bersama.

Harapan Besar Buat Hip-Hop Indonesia
Nartok punya mimpi besar buat dunia hip-hop di Indonesia.

"Aku pengen ada rapper yang manggung di festival, dan 1000 sampai 5000 orang nonton sambil hafal bait dan chorus dari lagu yang dia nyanyikan. Terlepas itu aku atau rapper lain, aku bakal sama-sama senang kalau itu bisa terjadi."

Bayangin deh, seru seru pas ribuan orang nyanyi bareng lagu rap favorit mereka. Pasti merinding banget kan? Ayo, kita dukung mimpi ini jadi kenyataan!

Terakhir, Nartok punya pesan buat para pendengar dan teman teman pelaku lainnya.

"Aku mau mengucapkan terima kasih buat semua yang masih berjuang di sini, siapa pun itu dan apapun bentuknya. Ayo, kita yang nyata-nyata aja. Rupanya semakin hari, ruangan ini semakin menjanjikan. Jadi, jangan usah nyerah, jangan usah berhenti. Pastikan juga kau sudah punya papan seluncur yang bagus dan kuat pas nanti ombak datang! Hahaha."

Keren banget kan? Jadi, buat kamu yang baru mau mulai atau lagi galau di perjalanan, tetap semangat ya. Ombak besar pasti datang, tapi kalau kamu siap, hasilnya akan luar biasa.



HIPHOPLOCALINDO

Popular posts from this blog

Dua Wajah Green Keyz di “Bangun” dan “Am I Hero or a Villain!

Green Keyz lagi-lagi ngebuktiin kalau dia bukan tipe rapper yang cuma ngeluarin lagu buat numpang lewat. Lewat dua rilisan barunya, “Bangun” dan “Am I Hero or a Villain”, ia datang dengan energi baru. campuran antara semangat hidup, keresahan batin, dan refleksi personal yang jarang banget muncul di skena hip-hop lokal. Dua track ini jadi pembuka menuju album barunya, hasil kolaborasi dengan produser Erick a.k.a The Lab Man — sosok yang dikenal punya karakter sound eksperimental, kadang liar, kadang kalem, tapi selalu punya kedalaman emosional yang kental. KLIK INI UNTUK DUKUNGAN   Kalau lo udah pernah denger karya The Lab Man, lo pasti tahu: beat-nya nggak sekadar beat, tapi atmosfer. “Bangun” jadi semacam anthem buat siapa aja yang pernah jatuh dan ngerasa dunia lagi nggak berpihak. Green Keyz nggak berusaha ngasih motivasi murahan, tapi dia cerita langsung dari pengalamannya sendiri—jujur, mentah, tanpa sensor. Lewat flow-nya yang padat dan lirik yang real, dia ngajak semua oran...

Dari Thrash Metal ke Rhyme Pays: Perjalanan Xaqhala Menjaga Nyala Hip Hop di Indonesia

Xaqhala Rapper yang mempunyai nama asli Gerry Koenadi. perjalanan menuju dunia Hip Hop dimulai secara tak terduga. Awalnya, ia adalah penggemar berat thrash metal di awal tahun 90-an. Namun, sebuah kolaborasi legendaris antara Public Enemy dan Anthrax mengubah haluan pendengarannya. Perpaduan rap dengan energi metal menjadikannya terpikat, membuka jalan menuju dunia baru yang kemudian menjadi bagian besar dari kehidupan. Gerry melihat dari dekat bagaimana Hip Hop berevolusi dari dekade 80-an hingga 2000-an. Ia menyebut awal tahun 90-an sebagai “Era Keemasan” — masa ketika album dan artis legendaris bermunculan, membentuk fondasi budaya ini. Meski kini subgenre Hip Hop tumbuh di mana-mana, Gerry tetap memegang preferensi pada gaya old school. KLIK INI UNTUK DUKUNGAN   Menariknya, ia mencatat perbedaan generasi dalam memandang istilah “old school.” Jika bagi dirinya old school berarti Rakim, Nas, atau Wu-Tang Clan, maka generasi muda sering menyebut nama seperti Eminem dan 50 Cent se...

Review Full Album “Dynamite” Dari Nartok, Gak Rapi Pun Tetap Punya Arah.

Ada masa di mana banyak rapper sibuk mengejar estetika rapi, konsep megah, dan citra yang “terencana.” Semua tampak ingin jadi produk yang bisa dijual, bukan cerita yang hidup. Di tengah kebiasaan itu, Nartok muncul dengan satu langkah berani—membawa kekacauan, tapi dengan niat yang jernih. “Dynamite”, album yang ia rilis pada 7 Agustus 2025, bukan tentang meledakkan apa pun. Ia justru tentang menyalakan api, membiarkan diri terbakar, dan gak berusaha memadamkannya. Judulnya saja sudah provokatif, tapi ketika didengar lebih dalam, “Dynamite” bukan ledakan destruktif. Ia lebih mirip proses peledakan dari dalam—tentang membiarkan hal-hal yang tak terkontrol justru memandu arah. Nartok bilang sendiri, saat nulis dan bikin albumnya, dia “membiarkan semuanya liar.” Tidak ada sensor, tidak ada perhitungan. Dan anehnya, dari situ justru muncul arah yang baru. KLIK INI UNTUK DUKUNGAN   Album ini dibuka dengan “Bag of D”. Dari detik pertama, pendengarnya sudah tahu bahwa ini bukan perjalana...