Di tengah ramainya scene hip-hop lokal, Pandv hadir bersama Muria lewat kolaborasi yang segar berjudul You Better. Dari judulnya saja, kita langsung bisa menangkap energi positif—sebuah dorongan untuk maju, tantangan untuk tetap konsisten, dan ajakan untuk percaya diri dalam rekaman masing-masing.
Namun lebih dari sekedar *lexing, lagu ini adalah refleksi perjalanan Pandv: tentang proses, stigma, hustle, dan bagaimana ia menemukan validasi melalui musik.
Lagu dibuka dengan nuansa selebrasi “Tangan ke udara raih confetti, kumpul energy buat malam ini jadi komersil…”. Ada pesta, ada euforia. Tapi Pandv cepat menggeser mood ke hal yang lebih personal: tertawa menutupi sedih, memilih jalan hidup sendiri, hingga menjadikan musik sebagai ruang healing.
Kalimat “Perlahan prosesku matang meski tak sedang memasak” jadi simbol bahwa semuanya butuh proses. Pandv sadar, kerja kerasnya tidak pernah instan. Ada waktu, risiko, dan komitmen yang harus dibayar.
Di beberapa bar, Pandv menunjukkan kedisiplinannya: “Giat aku 5 waktu bagai Muslim sembahyang…”. Hiruk pikuk di sini bukan sekedar gaya hidup, tapi rutinitas yang konsisten, bahkan hampir religius.
Ada juga sisi jujur tentang ego: “Egois aku sudah saatku digendong bidan…”. Sejak lahir manusia punya ego, dan mengakuinya justru bikin lirik ini terasa autentik.
Nggak ketinggalan punchline khas hip-hop yang percaya diri:
“Maka banyak suaraku, jelas turun takhta Biden…”
“Kekuatan saya double stack, persisten patty di Big Mac…”
Salah satu bagian paling kuat dalam You Better adalah saat Pandv mengisahkan realita yang banyak dialami anak muda: “Bertaruh pada gelar, ratus HR reject aku, tapi aku buat album ribuan telinga berhubungan denganku…”.
Di sini, Pandv dengan lantang menyuarakan kalau ditolak dunia kerja bukan berarti hidup selesai. Justru musik dan karya kreatifnya memberikan validasi yang jauh lebih besar. Dari penolakan, lahirlah penerimaan—bukan dari satu HRD, tapi dari ribuan pendengar.
HIPHOPLOCALINDO
