Femaleast baru-baru ini merilis lagu terbarunya yang berjudul Women Talk II, sebuah karya yang terinspirasi oleh keresahan pribadinya terhadap isu-isu perempuan, khususnya di wilayah Indonesia Timur. Ia merasa bahwa penting untuk menyuarakan masalah sosial yang dihadapi perempuan, dan momen perilisannya yang bertepatan dengan Hari Perempuan menjadi kesempatan yang tepat untuk melakukannya. Lagu ini, menurutnya, bukan sekadar karya seni, melainkan juga bagian dari program pribadinya untuk terus mengangkat suara perempuan.
Dibandingkan dengan karya-karya sebelumnya, Femaleast mengungkapkan bahwa Women Talk II memiliki pendekatan yang lebih jelas dalam menyampaikan pesan dan makna lirik. Jika pada Women Talk I ia lebih bereksperimen dengan ritme dan ketukan yang bebas, kali ini ia berusaha menyeimbangkan musik dengan suara yang tetap lantang, agar pesan yang ingin disampaikan lebih mudah dipahami oleh pendengar.
Melalui lagu ini, Femaleast ingin menyampaikan bahwa masih banyak konstruksi sosial di Indonesia yang menekan perempuan, baik secara fisik maupun psikologis. Lirik-lirik dalam Women Talk II mencerminkan keresahan pribadinya tentang kondisi ini, dan pada bagian tertentu, ia mencoba menggambarkan situasi di daerah asalnya dengan perumamaan yang diharapkan dapat dipahami oleh pendengar yang lebih peka terhadap isu tersebut.
Proses kreatif dalam pembuatan lagu ini dimulai jauh sebelum perilisannya. Femaleast sudah menyiapkan ide dan materi musik sejak lama, dan hanya menunggu momen yang tepat untuk merilisnya. Meskipun ia mengerjakannya secara mandiri, banyak orang terdekat yang turut membantu, terutama dalam hal pengolahan musik, penyusunan nada, dan penyelesaian lirik. Ketika ia merasa terhambat, mereka selalu siap untuk berdiskusi dan memberikan masukan.
Setelah lagu ini dirilis, Femaleast berharap agar pesan yang ia sampaikan dapat diterima dengan baik oleh pendengar, dan dapat menggugah pihak-pihak terkait untuk lebih peduli terhadap masalah sosial yang ada. Ia berharap lebih banyak perempuan yang berani bersuara tentang isu-isu yang mereka hadapi, baik melalui karya seni maupun cara lainnya. Dengan harapan ini, ia ingin memberikan dorongan kepada sesama perempuan untuk lebih memberdayakan diri dan memperjuangkan hak-haknya.
Tentu saja, proses produksi Women Talk II tidak lepas dari tantangan, terutama dalam waktu setengah hari. Mengejar tenggat waktu rilis menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi, namun dengan dukungan dari orang-orang terdekat, Femaleast bisa mengatasi hal tersebut dan akhirnya merilis lagu ini tepat waktu.
Di depannya, Women Talk II bukanlah proyek terakhir bagi Femaleast. Ia berencana untuk terus mengembangkan Women Talk sebagai proyek yang dirilis pada momen-momen penting, seperti Hari Kartini atau Hari Perempuan Internasional. Selain itu, ia juga memiliki proyek lain yang sedang dipersiapkan.
Bagi Femaleast, Women Talk II memiliki arti yang sangat penting dalam perjalanan karir musiknya. Ia telah lama terlibat dalam diskusi-diskusi sosial, terutama tentang gender dan perempuan, bahkan skripsinya di universitas juga membahas tentang perempuan. Dengan dirilisnya lagu ini, ia merasa dapat terus memperjuangkan isu sosial yang sudah menjadi bagian dari dirinya melalui musik.
Melalui Women Talk II, Femaleast tidak hanya menciptakan sebuah lagu, tetapi juga mengajak para perempuan untuk terus bersuara dan memperjuangkan hak mereka. Lagu ini menjadi bentuk kampanye sosial melalui musik, di mana perempuan diharapkan semakin berani mengungkapkan pendapat dan memperjuangkan kesetaraan.
HIPHOPLOCALINDO